Kenali 5 Mitos Seputar Disfungsi Seksual Gangguan Ereksi pada Pria dan Cara Mengatasinya Tanpa Obat
Jangan percaya begitu saja dengan opini atau mitos yang beredar tentang disfungsi seksual/ereksi. Membicarakan masalah tersebut masih dianggap tabu oleh sebagian kalangan, tetapi jika pasangan atau orang disekitar Anda mengalaminya jangan memberitahu begitu saja mitos yang Anda ketahui tanpa mencari kebenarannya.
- Mitos 1 : Kesulitan ereksi sama dengan hilangnya hasrat seksual dan kehilangan tenaga atau mandul
Fakta : Sebagian pria yang mengalami masalah ini masih memiliki gairah dan keinginan besar untuk berhubungan seksual dan mencapai orgasme. Kesulitan ereksi terkait dengan kemampuan membuat atau mempertahankannya dan tidak berarti kehilangan hasrat seksual, atau terjadi kemandulan.
Fakta : Sebagian pria yang mengalami masalah ini masih memiliki gairah dan keinginan besar untuk berhubungan seksual dan mencapai orgasme. Kesulitan ereksi terkait dengan kemampuan membuat atau mempertahankannya dan tidak berarti kehilangan hasrat seksual, atau terjadi kemandulan.
- Mitos 2 : Kesulitan ereksi adalah masalah pribadi
Fakta : Disfungsi ereksi sesungguhnya sering terjadi pada pria dalam segala usia. Menurut American Medical Association, 10% dari pria mengalami problem ini yang menetap dan ada sejumlah pria yang sebenarnya tidak mengalaminya tapi hanya ereksinya kurang optimal.
Fakta : Disfungsi ereksi sesungguhnya sering terjadi pada pria dalam segala usia. Menurut American Medical Association, 10% dari pria mengalami problem ini yang menetap dan ada sejumlah pria yang sebenarnya tidak mengalaminya tapi hanya ereksinya kurang optimal.
- Mitos 3 : Problem ini adalah hal wajar dalam proses penuaan
Fakta : Disfungsi seksual pada pria tidak bisa dianggap wajar dalam usia berapapun. Tetapi memang seiring usia membutuhkan waktu rangsangan yang lebih lama dan stimulasi fisik. Pria usia muda pun bisa mengalami masalah ini karena gaya hidup yang tidak sehat seperti banyak minum alkohol, merokok, memakai narkoba dan jarang berolahraga.
Fakta : Disfungsi seksual pada pria tidak bisa dianggap wajar dalam usia berapapun. Tetapi memang seiring usia membutuhkan waktu rangsangan yang lebih lama dan stimulasi fisik. Pria usia muda pun bisa mengalami masalah ini karena gaya hidup yang tidak sehat seperti banyak minum alkohol, merokok, memakai narkoba dan jarang berolahraga.
- Mitos 4 : Gangguan ini akan pulih dengan sendirinya
Fakta : Disfungsi seksual adalah persoalan medis yang harus diatasi dengan solusi pengobatan. Jika tidak dilakukan pengobatan, masalah ini nantinya bisa semakin parah dan dapat menimbulkan efek psikologis yaitu menurunnya tingkat kepercayaan diri pria.
Fakta : Disfungsi seksual adalah persoalan medis yang harus diatasi dengan solusi pengobatan. Jika tidak dilakukan pengobatan, masalah ini nantinya bisa semakin parah dan dapat menimbulkan efek psikologis yaitu menurunnya tingkat kepercayaan diri pria.
- Mitos 5 : Problem ini adalah masalah fisik semata
Fakta : Gangguan ini merupakan masalah kompleks yang bisa disebabkan tidak hanya kondisi fisik tetapi juga psikologis. Masalah kognitif, perilaku, emosi, dan keadaan sosial bisa memicu terjadinya disfungsi seksual pada pria.
• VIVAnews
Fakta : Gangguan ini merupakan masalah kompleks yang bisa disebabkan tidak hanya kondisi fisik tetapi juga psikologis. Masalah kognitif, perilaku, emosi, dan keadaan sosial bisa memicu terjadinya disfungsi seksual pada pria.
• VIVAnews
“Kita bisa mengatasi gangguan disfungsi ereksi dengan setrum berkekuatan rendah,” kata Yoram Vardi, peneliti dan kepala departemen neurologi, Rambam Medical Center di Haifa, Israel, seperti VIVAnews kutip dari MSNBC.
“Saat pasien mengalami disfungsi ereksi biasanya mereka mengonsumsi Viagra atau obat lainnya. Hal itu sebetulnya hanya berfungsi sementara, saat obat tidak dikonsumsi lagi maka disfungsi akan muncul kembali,” tambah Vardi.
Vardi menambahkan, meskipun percobaan yang dilakukan menggunakan setrum berkuatan rendah masih merupakan percobaan awal, ada sebuah kesimpulan yang sangat menggembirakan bagi pasien disfungsi ereksi. Yaitu, dengan perawatan menggunakan setrum, organ intim pria bisa berfungsi normal kembali tanpa harus mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Pada binatang, setrum berkekuatan rendah terbukti bisa memicu pertumbuhan pembuluh darah baru. Vardi dan tim penelitinya berspekulasi bahwa terapi setrum dapat membantu pria yang mengalami disfungsi seksual, karena kurangnya aliran darah ke alat kelamin pria. Masalah
kardiovaskular yang menghambat aliran darah, menurut Vardi adalah pemicu tertinggi terjadinya disfungsi ereksi.
kardiovaskular yang menghambat aliran darah, menurut Vardi adalah pemicu tertinggi terjadinya disfungsi ereksi.
Penelitian dan percobaan yang dilakukan Vardi dan timnya melibatkan 20 orang yang berusia rata-rata 56 tahun. Mereka mengalami masalah disfungsi ereksi selama sekitar tiga tahun. Pada setiap kali terapi, alat vital pasien dialiri listrik pada lima titik yang berbeda. Bentuk alat terapi sendiri menyerupai bentuk mouse komputer.
“Aliran listrik yang diberikan berkekuatan sangat rendah. Satu kali setruman, sama dengan 100 bar tekanan,” jelas Vardi.
Setiap titik pada alat vital pria akan menerima 300 setruman lebih dari tiga menit. Pasien menjalani dua kali terapi setiap minggu selama tiga minggu. Lalu, terapi kan dilakukan kembali setelah tiga minggu beristirahat.
Hasil yang cukup memuaskan terlihat pada 15 pria yang mengalami disfungsi ereksi karena masalah aliran darah yang tidak lancar. Para pasien mengaku tidak ada efek samping dari terapi setrum yang mereka jalani. Dan, saat melakukan terapi, pasien juga mengaku tidak merasakan sakit.
sumber : http://unik13.info/2010/09/kenali-5-mitos-seputar-disfungsi-seksual-gangguan-ereksi-pada-pria-dan-cara-mengatasinya-tanpa-obat/
sumber : http://unik13.info/2010/09/kenali-5-mitos-seputar-disfungsi-seksual-gangguan-ereksi-pada-pria-dan-cara-mengatasinya-tanpa-obat/

Comments
Post a Comment